Jumat, 18 September 2020

Sebuah Pencapaian (Toilet Training)


^SEBUAH PENCAPAIAN^

Ketika kita menurunkan kadar harapan dan menerima segala kenyataan disitulah kita belajar bahwa tak semua yang kita inginkan bisa segera tercapai. Dari sini kita mulai belajar lagi tentang kesabaran. Lagi lagi sabar adalah koentji 😋.

Hari ini, menurut saya adalah hari dimana beribu-ribu kata afirmasi yang sebelumnya selalu diucapkan kepada anak sulung saya membekas dihati dan pikirannya. Dia tunjukkan kalau afirmasi yang ayah ibunya sudah sering katakan itu kini dilakukannya.

Sebuah pencapaian target toilet training kini dilakukannya sendiri tanpa paksaan dan tanpa banyak berkata.

Terimakasih anak sulung shalih ❤️.
#toilettraining #rafiskytoilettraining #rafisky33bulan

Jumat, 28 Agustus 2020

Aliran Rasa Pra Bunda Sayang

Aliran Rasa Pra Bunda Sayang

Assalamualaikum wr wb.... 

Alhamdulillah ya akhirnya selesai juga saya bermain wahana pra bunda sayang walaupun ada satu wahana yang dirapel karena ketiduran dan lupa tanggal. Hehehe maklum ya ibuk anak 2 masih todler 😅..

Bersyukur sekali bisa bermain main di wahana ini, karena wahananya mengulang kembali NHW waktu matrikulasi batch 7. Setiap saya bermain diwahana pasti saya membuka NHW kembali. Dan terngiang kembali kata kata untuk "KONSISTEN". Jadi intinya sih, selama itu baik dan benar harus konsisten dan bersungguh-sungguh menjalankannya.

Jadi, alhamdulillah masih bisa mengikuti setiap pembelajaran di ibu profesional, krn setiap materinya kembali lagi mengingatkan diri ini untuk "Konsisten". 


Semangat untuk pembelajaran selanjutnya semoga saya tetap konsisten menjalaninya 💪💪💪

Minggu, 23 Agustus 2020

Wahana Diving Pra Bunda Sayang

Wahana Diving Pra Bunda Sayang


Memasuki wahana terakhir pra bunda sayang, yaitu wahana diving, kami diajak menyelam ke dalam lautan. Bukan sekedar menyelam dalam air laut. Tapi kami pun diajak menyelami diri kami sendiri. 


Wahana Diving ini mengingatkan kembali pada masa setelah melahirkan anak pertama. Setelah melahirkan banyak sekali sesuatu yang membuat saya tidak mudah menerimanya. Penuh dengan ego terhadap diri sendiri, suami dan keluarga. Ditambah anak pertama mempunyai keunikan tersendiri yg membuat saya tidak mudah dalam mengASIhi. Sehingga saya hanya memikirkan anak saya dan diri saya sendiri tanpa peduli terhadap perasaan suami saya. 


Seiring berjalannya waktu saya tersadar ternyata karena sikap saya yang egois ini suami pun menjadi tidak nyaman. Kemudian saya akhirnya berusaha menurunkan ego dalam diri ini karena tidak mungkin saya selalu berada dalam kotak (kepentingan diri sendiri & anak saja). Karena sekarang saya adalah seorang istri dan juga seorang ibu. 


Sebelum mengenal IIP saya tidak terlalu mengerti dan mendalami tentang peran seorang istri dan seorang ibu. Saya masih bingung bagaimana cara melayani suami dan anak. Masih ragu apakah benar apa yg saya lakukan terhadap suami dan anak. Banyak ketidak percayaan terhadap diri sendiri sehingga kadang terbawa arus informasi yang belum tentu benar. Sehingga kurang maksimal dalam tindakan dan malah menjadi konflik antara saya dan suami. Tapiii….. Ituuu dulu…. 


Alhamdulillah setelah kegalauan yang melanda diri sendiri ini akhirnya saya bertemu dengan IIP, saya merasa yakin IIP adalah wadah saya untuk belajar menjadi seorang istri dan ibu. Selama saya belajar di IIP saya mulai benar benar menyelami diri saya, semakin tau tentang diri saya setelah menikah dan punya anak. Bahkan saya pun mencoba untuk ikut menyelami tentang suami saya. Bukan lagi maunya saya, bukan lagi maunya suami. Tapi maunya kita bersama. Mulai luntur rasa egois dalam diri kami masing masing. 


Dan kami pun sama-sama belajar tentang peran kami, yaitu sebagai suami dan istri. Kami lebih percaya diri mengurus anak kami, lebih memahami satu sama lain, lebih baik dalam berkomunikasi. Dan insyaa Allah kami akan terus belajar dan berkembang. Yaaa.. Ini sebagian perubahan setelah saya mengenal IIP. 


Terimakasih saya ucapkan untuk IIP yang setiap wahananya menjadi tempat diskusi dengan suami. Semoga saya tetap semangat dan Allah mudahkan proses belajar di IIP. Wahana Diving ini saya persembahan untuk suami saya tercintaaahh ❤️


Evi Suryani

23 Agustus 2020 



Jumat, 14 Agustus 2020

wahana wake boarding bunda sayang

WAHANA WAKE BOARDING PRA BUNDA SAYANG BATCH 6


Assalamualaikum wr wb.

Bismillahirrahmannirrahiim. 


Setelah wahana surfing, kini saya masuk ke wahana wake boarding. Diwahana ini kami belajar tentang core value Dan karakter moral ibu profesional. 


Core value Ibu professional yaitu belajar, berbagi, berkembang, berkarya dan berdampak. 

Karakter moral yaitu never stopped running the mission alive, don't teach me I love to learn, I know I can be better, sharing is caring. 


Setelah mengetahui core value Dan karakter moral di IP untuk pegangan saya belajar kemudian saya harus menentukan rute/peta perjalanan pembelajaran. 


Rute pertama, Ilmu yang ingin dipelajari tentunya ilmu parenting, ilmu baking, dan ilmu berkebun. 

Rute kedua, Ilmu yang ingin di tingkatkan Yup masih sama yaitu ilmu parenting, ilmu baking dan ilmu berkebun. 

Rute ketiga, ilmu yang akan dibagikan, insyaa Allah ilmu yang saya dapat akan saya sharing. 


Dari rute-rute ini pasti ada kendala atau hambatan ya, hambatan yang sering muncul adalah rasa malas, mengabaikan kandang waktu da tidak konsisten.. 


Setiap hambatan pasti ada solusinya bagaimana diri ini tetap bertahan mempelajarinya, solusinya yaitu niatkan kembali hanya kepada Allah SWT, selalu ingat visi misi agar tetap konsisten. 


Jadi apa sih maksud dari wahana wake boarding? Menurut saya pribadi dari wahana ini saya belajar tentang kekuatan, terutama kekuatan diri sendiri, kekuatan tangan pegangan dengan tali(core value) , kekuatan kaki berpijak pada papan (karakter moral) dan kekuatan dalam menyeimbangkan diri. 

Dari kekuatan-kekuatan ini lah kita bisa mengarungi ombak dan kencangnya arus air (hambatan), agar kita tetap konsisten pada tujuan. 


EVI SURYANI 

15 Agustus 2020

resep cuko pempek palembang

Resep cuko pempek Palembang by ka fitha


Gula aren 1kg
Air 4 gelas
Bawang putih 1/4 kg
Cabe rawit 1/4 kg (Klo ga mau pedes kurangin aja)
Asam Jawa 3 sendokk
Garam

Rebus gula aren sama air sampe mendidih
Blender cabe, bawang putih, (masukkan ke Gula yg sdh mendidih)
Masak api kecil
Masukkan asam Jawa
Kasih garam 2 SDM

Didihin pake api kecil 15 mnt klo sdh kecampur semua. Angkat, setelah dingin saring cukanya jd ga berampas. Masukin kulkas diwadah ketutup.
Bisa tahan sampe 3 bulan. 
Cabenya cabe rawit ijo, diblender sm batangnya. Klo kata orng Palembang biar ga sakit perut.
Sm bawang putihnya jg sisain kulitnya dikit jgn dikupas bersih. 

Minggu, 09 Agustus 2020

Wahana Surfing Pra Bunda Sayang

Wahana Surfing Pra Bunda Sayang 


Yup. Sekarang kami memasuki game wahana surfing. Disini kami disajikan dengan apa itu code of conduct Ibu Profesional atau biasa dikenal COC (peraturan). 


Cocok sekali ya dengan wahana surfing ini. Karena COC ini yang akan menyeimbangkan saya dalam berkomunitas atau dalam kehidupan sehari-hari. Ibaratnya, peselancarnya itu diri sendiri, ombaknya itu informasi-informasi dan papan selancarnya adalah COC nya. Agar seimbang diri ini dalam berselancar saya harus kuat berpijak pada papan selancar agar tidak mudah tenggelam oleh ombak. Begitu pun dengan COC. Agar saya tidak mudah tenggelam dalam ombak informasi yang belum jelas asalnya maka saya harus cari sumbernya. 


Selain itu COC juga dapat membantu kita dalam bersikap atau bertindak agar Adab kita terlihat beretika. Makanya saya setuju sekali dengan kata-kata "Adab dulu baru Ilmu". Karena jika seseorang mempunyai adab yang bagus insyaa Allah ilmunya akan menjadi berkah.


Dalam coc ini saya termasuk yang silent reader, karena pengalaman pertama saya belajar dengan FB Live. Jadi kadang bingung harus mulai dari mana, karena kadang saya suka ketinggalan live streaming nya karena saya punya 2 anak laki-laki yang masih todler, kebayang kan aktifnya. Tapi saya tetap berusaha dikala senggang pada malam hari pasti saya nonton video permaterinya. Dan berusaha untuk mengerjakan setiap game nya.


Dan terakhir yang paling membekas yaitu tulisan ibu septi "Ibu itu salah satu arsitek peradaban, bagaimana bisa membangun peradaban kalau diri kita masih tuna adab?". 


Dari COC ini saya belajar banyak, bukan sekedar COC dalam komunitas tapi COC ini bisa berlaku buat diri saya sendiri dan keluarga saya. 


Dan semoga saya bisa lebih aktif dalam setiap perkuliahan pra bunda sayang ini. 


Terimakasih. 

Evi Suryani

10 Agustus 2020




Minggu, 02 Agustus 2020

Wahana Istana Pasir Pra Bunsay

Wahana Istana Pasir Pra Bunda Sayang



Bismillahirrahmannirrahiim… 

Assalamualaikum wr wb….

 

Alhamdulillah akhirnya sampai juga dikelas bunda sayang setelah setahun lebih menunggu pendaftaran. Sempat mencari info tentang bunsay dari teman yang sedang belajar ataupun sudah lulus, kata mereka waktu belajarnya sekitar setahun lebih. Lama juga yaaaa… Dan pastinya partner belajarnya anak sendiri. Awalnya sempat tidak percaya diri untuk mengikuti kelas bunda sayang karena merasa kurangnya manajemen waktu, takut tidak bisa mengaturnya. Tapi setelah saya SELF TALK, buat apa saya lulus matrikulasi tapi tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya, merasa rugi jika dilewatkan tapi disisi lain juga tdk percaya diri. Akhirnya berdiskusi dengan suami, alhamdulillah suami mendukung apapun itu keputusan istrinya. Dan akhirnya saya memutuskan lanjutkan perjuangan belajar parentingnya (jadi ingat NHW pertama dimatrikulasi tentang universitas kehidupan). Bismillah semangat smg Allah mudahkan saya. 


Di New chapter ibu profesional ini pun belajar bunsaynya via Facebook grup dan sebelum memasuki bunsay kita masuk dulu ke pra bunsay dengan wahana istana pasir. 


Sebelum saya menggambarkan istana pasir saya, saya akan mendeskripsikan makna Ibu Profesional menurut saya. Ibu Profesional menurut saya adalah seorang wanita yang dengan sungguh - sungguh meningkatkan kualitas diri baik menjadi seorang individu, ibu dan istri sehingga dapat menebar manfaat baik untuk dirinya sendiri, keluarganya dan lingkungannya. 


Sekarang saya akan menggambarkan istana pasir saya dengan peta diri saya, anggap saja peta ini adalah pondasi istana pasir saya, pondasi pertama adalah BERIMAN : agar selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah, selalu berikhtiar dan bertawakal. BELAJAR : karena manusia sejatinya belajar sepanjang hayat. BAHAGIA : menjalani setiap langkah peran  dengan bahagia 



Jika digambarkan istana pasir yang saya bangun dari setiap pondasi peta saya, saya ingin membangun keluarga yang berlandaskan agama selalu ingat akan Tuhan sehingga setiap belajar dalam hal apapun bersungguh-sungguh untuk mendapatkan Ridho-Nya dan bahagia menjalankannya. 


Dan jika saya adalah sebuah mutiara, saya akan terus semangat mengasah diri agar menjadi mutiara yang terbaik sehingga banyak manfaat dalam diri saya yang bisa saya bagikan untuk keluarga dan sekitar saya. 


Alhamdulillah. Demikian proses membangun istana pasir versi saya, semoga kedepannya saya bisa konsisten terus belajar dikelas bunda sayang. Semangat buibu ❤️


Wassalamualaikum wr wb… 

Evi Suryani

IP Tangsel

2 Agustus 2020